Sabtu, 24 Maret 2018

Kunamai "dia" IKHLAS

from ig syahid muhammad



People come and go. I mean, nothing’s gonna last forever is so damn true.


Saya tidak pernah berpikir bagaimana perjalanan cerita hidupku 5 tahun atau bahkan 10 tahun mendatang. Dan saya juga tak pernah membayangkan perjalanan panjang hidupku sampai saat ini. Dulu ketika masih kuliah, impian cuma ingin keliling Indonesia sebelum nikah. Alhamdulilah bisa pergi ke sebagian pulau di Indonesia, traveling ke beberapa kota besar dan kecilnya. Namun ketika usia 25 tahun mulai merasa hidupku harus berubah, tidak bisa bebas kesana kemari terus, langkah kaki ini harus kembali 'pulang' menemukan sebuah 'rumah' yang membuatku damai dengan diri sendiri dan orang yang akan menemaniku selamanya. Sampai saya bertemu dengan 'dia' yang membuatku perlahan belajar arti menjadi diri sendiri, belajar untuk mulai merencanakan sesuatu 5 atau 10 tahun mendatang, belajar menjadi wanita yang kuat ketika mulai digempur persoalan hidup nantinya. Iya 'dia' yang tak pernah mengeluh akan beban hidupnya, dia yang membuatku merasa nyaman dengan semua kekanak-kanakanku, dan 'dia' orang yang sangat paham dan mengerti ketika ku merasa bosan dengan hidup yang monoton. Dia yang selalu menyayangiku melebihi apapun di hidupnya, dia manusia logis yang bekerja keras untuk membuat ku bahagia versi-nya. Sampai pada satu keputusan yang tak pernah bisa kami terima begitu saja. Keputusan yang tak pernah kami inginkan dalam kisah perjalanan kita sebelumnya. Dan aku tak mampu berbuat apa-apa dalam bab kisah ini, yang pada akhirnya melepaskan adalah satu-satunya harapan kita, meski tak rela harus benar-benar melepaskan.

Siapa pun yang kamu cintai, akan ada saatnya pergi. Atau seberapa pun kamu mencintai seseorang, akan ada gilirannya kamu harus meninggalkan. Itu mungkin yang membuat Tuhan, tak suka bila kita terlalu berlebihan dalam memuja sesuatu atau seseorang. Terlalu besar kesempatan diri menjadi berpikir, bahwa segala hal bisa berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan. Kita merasa lebih besar, dari Sang Maha Pemberi keputusan. (tulisan falafu)

Cerita ini seperti sinetron atau dongeng yang sering kubaca saat masih SMA. Seperti tak percaya ketika ku menemukan seseorang yang sangat mengerti bagaimana sikapku, memahami ku ketika ku marah, sedih dan berbagi masalah kita masing-masing. Menerima kekurangan dan kelebihan kita masing-masing, dan tidak egois dengan apa yang kita pilih. Seperti menemukan belahan jiwa, namun bukan untuk selamanya. Benar-benar seperti dalam cerita sinetron tv yang berliku-liku, yang berakhir melepaskan begitu saja. Mungkin bagi sebagian teman yang tahu cerita ini dari awal hingga berakhir seperti ini, sungguh sangat melelahkan. Dan memang benar-benar harus diakhiri agar masing-masing kita bisa melanjutkan hidup kita kedepannya. 

Kita lupa, harapan, hanyalah harapan selama itu belum terwujud. Tidak ada yang bisa memastikan 100 persen bahwa segala yang kita rencanakan dengan begitu hati-hati dan penuh percaya diri benar akan terjadi. Kita akhirnya melewati tahap; bersiap-siap.
Mempersiapkan hati bila harus patah. Mempersiapkan doa bila ternyata keteguhan upaya belum juga ada hasilnya. Mempersiapkan air mata bila yang kali ini harus kembali lagi kecewa.
Terkadang saya berpikir, apa yang membuat manusia begitu percaya diri saat kebahagiaan memeluk?
Saya pun kerap demikian. Hingga akhirnya Tuhan mengganjal kaki saya agar saya tak lupa, bahwa sebaik-baiknya mata kaki, mereka tidak bisa menunjukkan arah. Saya mulai lengah karena kenikmatan yang sedang saya punya. Itu adalah saat-saat mata saya dibutakan oleh begitu banyak hal baik yang sedang terjadi. Saya pun dijatuhkan-Nya lagi.
Karena bagaimana pun, hidup ini adalah roda yang terus berputar.
Lucunya. Seberapa pahit pun hati sakit—hingga rasanya tak ingin hidup lagi, saya tetap hidup dan masih baik-baik saja hingga hari ini. Karena kemarin, pada akhirnya akan berlalu juga. Pada akhirnya kita semua akan belajar untuk menyesuaikan diri dengan hal buruk yang sedang memeluk. 
Dan 7 tahun berlalu dengan penuh perjuangan, bertemu dengan orang baru, lalu hanya lewat dan bertemu dengan lainnya. Perasaan yang sama saat bertemu dengannya pun masih sama kurasakan. Dan sampai lah saat dimana 'dia' yang mencoba bertahan menungguku, pada akhirnya harus melepaskan dengan ikhlas, meski aku tahu 'dia' memaksakan hatinya, berjuang untuk baik-baik saja ketika di depanku. Hingga 'dia' bercerita tentang melanjutkan hidupnya bersama orang baru. Jawabku hanya satu; lanjutkan hidupmu dengan dia yang benar-benar menyayangimu dan memahami kondisimu apapun yang akan terjadi nanti. Lepaskan bebanmu, lepaskan aku yang sudah bertahun-tahun mengendap di hatimu. lanjutkan hidupmu, ikhlaskan semuanya, maka kamu akan lebih ringan melangkah kedepannya. Karena kita tak pernah tahu apa yang terjadi esok. 
Tuhan menitipkan kisah yang luar biasa ini pada kita, karena Tuhan percaya kita bisa melewatinya daripada orang lain.

Tidak jarang saat Tuhan sedang memenuhi hati kita dengan cinta, kita tidak lagi bisa melihat Tuhan sedekat dulu lagi. Karena apa yang kerap kita doakan sedang terjadi. Tidak lagi butuh untuk berdoa terlalu banyak. Karena apa yang kita ingin sudah bisa kita peluk erat. Rasa saling memiliki antara kita dan dia yang kita cintai menjadi hal yang paling penting untuk dipikirkan sepanjang waktu. Seolah, tidak akan ada yang bisa memisahkan rasa cinta yang bahkan bisa membuat hati kita ingin meledak ini. Kita begitu mempercayai pasangan kita, hingga lupa bahwa dia pun masih manusia. Dan manusia adalah makhluk yang paling tidak bisa dipercaya.
Jadi siapa pun yang sedang kamu cintai saat ini. Cintailah mereka dengan bijaksana. Dan siapa pun yang sedang mengingkarimu saat ini. Bencilah mereka dengan sederhana.
Because in the end of the day. Everything just will be alright. We just need a reason to give up. Jadi jangan pernah biarkan diri memilih keputusan itu. Karena saat semuanya sudah berhasil kamu lalui dengan baik–kamu akan menjadi kamu yang lebih super dari kamu yang kemarin. We are stronger than we thought đź™‚





dan kepada 'kamu' aku yakin kamu bisa melangkah lebih bahagia dari apa yang kamu kira tidak bisa. lepaskan semuanya, ikhlaskan semuanya, maka kamu akan dimudahkan segalanya. Terima kasih atas rasa sayang yang tidak pernah kurasakan dalam hidup ini, semoga aku pun akan bertemu dengan bahagiaku nanti, amin. Tuhan tidak pernah Bimbang, Tuhan selalu Seimbang.


Maret 2018


( beberapa tulisan mengutip dari tulisan falafu di akun blognya)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar