Sabtu, 24 Maret 2018

explore Tanjung Aan Lombok dan Bukit Merese (final part Lombok)

Bukit Merese

Perjalanan mengajarkan kita untuk bersyukur setiap saat. dan menjadi apa adanya kita sebagai makhluk yang tidak ada apa-apanya di dalam semesta. 

Last Day in Lombok, setelah perjalanan 3 jam lebih dari Pantai Pink, dengan kekuatan google map yang sedikit keluar dari jalur namun beruntungnya meski sedikit nyasar, pemandangan selama perjalanan sungguh mempesona mata. Sempat sedikit pesimis dengan jalur dari google map, yang semakin lama jalan semakin sempit, kanan kiri perbukitan, dan dari kejauhan tampak laut biru yang masih samar. Untungnya pemandangan selama perjalanan sangat emejing sekali, jadi tak terasa jika jauh sekalipun. Setelah berhenti untuk mengisi bensin, duduk sebentar, meregangkan otot kaki dan pantat yang sedikit tegang hehehe. Sekitar 3km lagi kata ibu-ibu penjual bensin yang kami beli tadi, seperti mendengar bisikan surga. Rasanya udah pengen istirahat aja nih punggung dan pantat, perjalanan paling lama naik motor selama traveling. Dari Sembalun menuju ke pantai Pink 3 jam sendiri, belum lagi akses jalan yang rusak parah bikin tambah capek diatas motor. Memang menuju tempat yang keren butuh perjuangan yang besar untuk kesananya, kalau gak mau capek ya gak usah bepergian hehehe.


Tanjung Aan beach

Waktu itu kita sudah terlalu sore, jadi kami memutuskan untuk langsung ke penginapan di dekat pantai Kute Lombok, dan untungnya saya menemukan penginapan murah yang aksesnya gampang tidak jauh dari pantai Kute maupun Tanjung Aan. Nama penginapannya waktu itu Kuta Circle homestay cari lewat Traveloka andalan ( ini bukan di endorse sama traveloka ya) harganya pun murah untuk backpacker, dan fasilitasnya oke banget. Ada wifi, lalu ada dapur umum nya gitu jadi kita bisa masak mie rebus kalo malem-malem laper gak ada makanan, atau sekedar bikin kopi panas sambil duduk santai bareng temen-temen bule lainnya, hehehe maklum kebanyakan yang nginep bule. 

Pantry utk umum
Homestay nya pun cukup luas, terbagi beberapa kamar, untuk yang kelas backpacker cukup besar dengan kamar mandi di dalam, tanpa ac hanya fan yang cukup buat tidur malem. Nyaman banget lah pokoknya kalo buat kita yang backpacker gak butuh yang mahal tapi nyaman . Keesokan hari nya kita berangkat pagi-pagi jam 7, karena pesawat kita malem jadi dipuas-puasin explore deretan pantai di Lombok. Tapi tetep aja kurang banget waktunya, pagi itu pantai tanjung aan masih sepi pengunjung jadi kita foto-foto dulu sebelum ramai. Sebenernya pantai Tanjung Aan ini satu deretan dengan pantai kuta namun beda jalur aja, jika kalian ingin ke Batu Payung bisa naik kapaldari pantai tanjung aan, tarif kapal pun bervariasi tergantung kita menawarnya. Pagi itu kami pun juga ditawari warga lokal untuk naik perahu nya ke lokasi Batu payung,namun lagi-lagi waktu kita tak banyak jadi harus memanfaatkan waktu dengan baik. Jadi kita hanya explore Tanjung Aan lalu naik trekking ke bukit Merese yang tak jauh dari pantai tanjung aan. Sungguh luar biasa pemandangannya di atas bukit Merese ini, hamparan bukit hijau dengan laut birunya, memanjakan mata kami waktu itu.




Masih pagi, jadi berasa pantai sendiri, pagi itu cuaca lombok sedikit mendung tapi untungnya tidak hujan. Nah di ujung ada bukit-bukit itulah bukit merese, kita jalan 10 menit dari pantai Tanjung Aan menuju jalur trekkingnya. Tiket masuk sudah jadi satu sama pantai Tanjung Aan jadi tak perlu khawatir mengeluarkan uang lagi. Untuk menuju bukit Merese ini, kalian siapin air mineral ya gaes, karena pasti haus banget pas diatas, dan beserta cemilannya yang mau piknik juga bisa atau mau prewedding sekalian tambah tjakep banget viewnya,beneran kayak di Instagram gitu deh.







Trekking menuju bukit Merese tidak lah terlalu tinggi, hamparan bukit dengan rumput dan batuan membuat kita berada di luar negeri. Kita bisa menjelajah dari ujung, sampai yang paling atas di bukit ini sungguh menakjubkan. Alam Indonesia terutama di Lombok ini sungguh indah sekali membuat pengen kembali lagi. Kalian bisa explore spot foto yang hits di bukit Merese, meskipun udah banyak wisatawan yang foto di tempat ini, tapi pinter-pinternya kita aja cari spot yang gak menstrim di sini. Jika kalian beruntung bisa foto sapi-sapi bukit Merese ini yang lagi makan di hamparan rumput. Unik sekali kan, si sapi-sapi ini bisa naik ke atas bukit mencari makan.





Tak terasa berada di atas bukit sekitar 2 jam lebih, padahal niatnya cuma sejam, saking nyamannya, saking banyak spot untuk berfoto ria jadi sedikit molor dari rencana semula. Jam 10 pagi kita harus balik ke penginapan untuk melanjutkan perjalanan ke kota Mataram, karena motor rental harus dikembalikan, dan kami mampir sebentar ke Desa Adat Sade untuk melihat-lihat dan pastinya foto-foto lagi. Jika kalian dari Kuta beach, mau ke arah kota atau bandara Lombok, pastinya melewati desa Sade ini, karena letaknya di pinggir jalan besar jadi banyak sekali wisatawan yang mampir ke Sade Village.

diajarin alat tenun dan sumpah susah banget

Di Sade village ini kita akan dianterin sama satu guide lokal, biasanya guide ini menceritakan sejarah sampai cerita masyarakat di Sade ini. Untuk tiket masuknya kalo gak salah Rp 5000 tapi nanti kita disuru bayar sukarela ke tour guide nya. Kalian mau explore sendiri atau pake tour guide pun gak masalah, tapi kalo pake tour guide bisa dimanfaatin buat jadi tukang foto sekalian hehehe. Yang mau nyobain tenun khas asli Sade, bisa banget belajar sama mbak-mbak yang udah pinter tenun, oiya konon katanya, kalo belum bisa tenun belom bisa untuk menikah, karena syarat dari menikah harus bisa tenun dulu. Dan banyak lagi aturan dan cerita khas warga Sade, ketika mereka mau nikah khususnya untuk yang cowok-cowok harus menculik si wanita yang mau dinikahi terlebih dahulu, unik ya tradisi masyarakat Sade ini.

ini Pohon Jodoh, katanya kalo foto di pohon ini lalu berdoa semoga didatangkan jodohnya, Amin


Bagi kalian yang masih jomblo berfoto lah di pohon ini ya guys, kata tour guide nya pohon ini namanya pohon Jodoh, jadi semoga jodohnya datang sesuai dengan apa yang di doakan, Amin. kalo sesuatu yang baik di percaya aja deh kan gak ada salahnya hehehee. Setelah muterin desa Sade sekitar 2 jam, kami pun melanjutkan perjalanan ke kota Mataram yang kira-kira 1-2 jam naik motor.




Untuk spot di Sade village ini juga bagus nget gaes, banyak juga yang prewed disini, dan jadi destinasi tujuan tiap kali ke pulau Lombok. Kalo kalian dari Pantai Kute pasti lewat desa ini. Setelah 2 jam puas berkeliling di desa Sade, saatnya melanjutkan perjalanan ke kota Mataram sambil cari oleh-oleh dan menunggu jadwal pulang di bandara.





Finally berakhir juga cerita perjalanan saya dan teman-teman di pulau Lombok, semoga memberikan info bermanfaat buat kalian yang mau backpackeran di Lombok ya. Terima kasih yang sudah baca dari mulai part 1 hingga yang terakhir ini. ditunggu cerita lainnya dari saya, dengan kota dan tempat lain yang nanti saya kunjungi.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar