Selasa, 13 Februari 2018

#selfreminder : menuju angka 30



" Bukan buntu, kalimat lainnya, Segala sesuatu indah pada waktunya, berarti juga, berhenti berencana. Hal-hal di dalam kehidupan terjadi karena; ada waktunya, ada saatnya. Tetap Tenang, jika sedang diberi Ujian" -Unknown

Saya pernah membaca tulisan di blog seseorang yang saya gemari, beberapa tahun lalu. Ketika Dia menulis sebuah cerita menjelang angka 30 di blognya. Kalau tidak salah seperti ini;

"Pagi ini ketika bangun saya merasa perlu menulis sesuatu. Bahwa menulis adalah terapi, dan saya tetap percaya itu sebagai terapi saya juga. Tidak selalu ada ide baik di kepala saya ketika bangun tidur. Kadang-kadang saya bangun dengan sesuatu yang random bahwa saya perlu pergi untuk mencabut uban (uban saya banyak sekali, btw) atau ide random lainnya yaitu saya ingin pergi ke toko buku hanya untuk menonton saja.

Kamu pernah bangun di suatu pagi dan mendapatkan dirimu juga memiliki ide random di kepala?

Begitulah kira-kira tulisan pembuka di blog  nya. Lalu saya memikirkan pertanyaan yang dia tulis. Waktu itu saya masih belum menemukan jawabannya, karena saya masih usia 25 tahun. Dan di hari ini, saya kembali ingat pertanyaan itu, akan saya jawab di sini. 

Sebelum esok tiba, beberapa hari ini saya terbangun dengan pikiran sangat random di kepala. Tapi tidak mencabut uban di rambut, karena rambut saya masih hitam semua. Entah apa yang terjadi di diri dan pikiran saya, tiba-tiba saya sangat sedih tapi tidak tahu apa sebabnya. lalu tiba-tiba saya diam, dan yang ada di kepala saya hanya satu kata "Maaf" dan berfikir untuk menuliskannya sebelum esok tiba, kepadamu. 

Sampai saat ini saya menuliskannya, saya sedih sesedih-sedihnya, marah semarah-marahnya, dan senang pun hingga senyum-senyum sendiri. Saya pernah sangat sedih dan marah bersamaan, tapi saya mencoba untuk berdiam, memikirkan sesudahnya. Saya pernah kecewa yang sangat amat, lalu saya hanya berdiam dan memikirkan sesudahnya. Saya tegar? tidak. Saya tak pernah sekuat apa yang mereka lihat. saya manusia biasa yang pernah sedih dan menangis sejadi-jadinya. Lalu kemudian setelahnya saya tersenyum dengan hati yang lebih besar lagi. Kali ini, "maaf" tak lagi cukup untuk satu-satunya kata yg ku-ucap, tetapi saya mengucap "maaf" dan "selamat tinggal" bersamaan. 


Beberapa hari ini, ujian yang dulu sempat saya kubur rapat-rapat, menguap lagi dan lagi. Sampai pada titik saya hilang kendali, dan mendapati bahwa saya tak seharusnya ada di hidup seseorang lagi. Kita tidak akan bisa beriringan lagi sampai pada akhirnya kita menyerah pada Semesta. Jalur kita berlainan arah, meski rasa selalu tahu dimana bermuara. Beginilah Semesta, untuk apa kita dipertemukan lalu setelahnya hanya menaburkan lara di masing-masing kita. Hanya untuk belajar setelahnya, belajar untuk menikmati sebuah kehilangan. Yang nantinya kita kembali dipertemukan dengan yang tepat. 

Catatan buat saya : berdamailah dengan pikiran-pikiran liarmu. Maafkan lah apa yang sudah membuatmu kecewa hingga sedih sejadi-jadinya. Mendewasalah, ketika kau sedang di uji untuk naik kelas, dan ucapkan "Maaf" dan "Selamat tinggal" bersamaan. Peluk bahagiamu, dan ku akan memeluk bahagiaku kelak. Karena kita sama-sama belajar untuk mengIkhlaskan sesuatu yang bukan keinginan kita. 

Esok angka berganti, saya rasa tak perlu perayaan, tak perlu neko-neko memasuki angka 30. Cukup beberapa catatan tentang diri. dan mengevaluasi segala sesuatu yang terjadi tiap hari. ya Allah, terimakasih atas kesempatan dan pelajaran yang Engkau berikan padaku tiap tahunnya. Maafkanlah saya yang hanya manusia biasa, sering menangis di hadapanMu ketika ujianMu datang tak tentu. semoga saya lebih banyak bersyukur lagi. Ijinkan saya untuk melakukan apa yang sudah menjadi kehendakMu lebih lagi, Amin.





ps: terima kasih untuk seorang kawan, tangisanku tumpah untuk yang kedua kali, semoga ketika nanti aku menangis dihadapanmu, bukan tangisan kesedihan, tapi sebuah tangis bahagia setelah beberapa ujian sebelumnya. Semoga kita dipeluk bahagia lebih, Amin.

kepada kamu, bahagia lah selalu dengan apa yang sudah kau pilih. bangun bab baru dalam cerita hidupmu nanti. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar