Rabu, 12 Juli 2017

Wisata di Malang yang Instagramable!

Kampung warna Jodipan (@nenzquarius)


"Di jaman yang kekinian saat ini, Travelling untuk memenuhi feed Instagram" 

 Apa tujuan utama kalian ketika bertravelling, atau pergi liburan saat ini?
Mungkin sebagian besar menjawab karena ingin tahu ada tempat yang bagus untuk berfoto-foto, atau hanya sekedar jalan-jalan bersama teman, pacar atau keluarga, mungkin juga cuma pengen tahu tempat yang lagi hits di sosial media, terutama di Instagram. Saat ini banyak sekali tempat wisata yang diubah fungsinya menjadi wisata foto atau wisata kekinian. Banyak sekali tempat wisata baru di Indonesia yang menjadi hits, karena di repost akun akun travelling di instagram. Tidak menutup kemungkinan kita sebagai pengguna sosial media pun juga dibuat penasaran dengan tempat wisata baru yang lagi hits itu. Kalau dulu, saya tertarik ke tempat wisata memang karena tempatnya bagus, unik dan alamnya indah untuk refreshing dari penatnya rutinitas sehari-hari.

Nah kali ini, saya penasaran dengan tempat-temat wisata tersebut, yang lagi hits di akun instagram. Ternyata tidak jauh dari kota tempat saya, ada tempat wisata yang sedang hits, cukup dengan 2 jam perjalanan dari Surabaya menuju kota Batu di Malang. Waktu itu saya menggunakan sepeda motor untuk mempersingkat waktu, yang cuma seharian saya disana. Berangkat jam 06.00 pagi dari Surabaya, mengantisipasi agar tidak macet di jalan, dan bisa santa ketika tiba disana. Pagi itu sangat cerah, matahari mulai menunjukkan sinarnya, ketika saya melewati beberapa kota untuk menuju ke kota Batu. Namun ketika saya memasuki Purwodadi, masih dalam wilayah kota Pasuruan, cuaca tiba-tiba mendung dan pastinya sangat dingin. Beraharap di kota Batu tidak hujan, karena wilayah dataran tinggi potensi hujan pun tinggi.

Tepat menunjukkan pukul 08.30 pagi, saya tiba di alun-alun kota Batu, sebelum naik ke tempat wisata, saya berhenti untuk mengisi perut dengan sepiring nasi pecel dan teh hangat. Setelah selesai sarapan, saya langsung menuju tempat lokasi wisata yang pertama, yaitu Goa Pinus.


Kampung papua, goa pinus

Goa Pinus 

Lokasi goa pinus Batu ini satu lokasi dengan peralayang dan omah kayu. rute yang gampang banget kalau kalian dari alun-alun kota Batu, ambil rute menuju songgoriti lalu naik keatas menuju paralayang gunung banyak. Kalau kalian sudah melewati wisata coban rondo, itu masih lurus ada pertigaan ambil belok kiri, disana ada petunjuk paralayang gunung banyak.

Ikuti aja rute jalannya, nanti ada petunjuknya. wisata goa pinus ini masih tergolong baru dan lebih sepi dari paralayang, omah kayu dll. Tiket masuk Rp 15.000 udah sama parkir motornya Rp 5.000.
Di tempat wisata ini, kamu dapat melihat rumah warga dan sawah dari atas, disini juga ada perahu yang menjorok ke jurang, buat foto-foto hits sih keren, tapi kalau saya lebih baik gak foto disana, ngeri banget bawahnya.

view dari atas goa pinus

masuk kampung papua


Untuk masuk di kampung papua ini, dikenakan tarif Rp 5000 per orang, disini kalian bisa foto-foto di gubuk-gubuk mirip rumah adat di papua gitu. Lebih tenang gak rame, bisa duduk-duduk sambil memandang segarnya udara dan liat yang ijo-ijo bikin lebih tenang.
Setelah dari goa pinus saya melanjutkan naik ke atas ke Omah kayu. Wisata omah kayu ini sudah lama, jadi lebih rame daripada di goa pinus, dan ada wisata baru lagi di lokasi yang berdekatan dengan omah kayu, yaitu Taman Langit yang baru dibuka 2 mingguan.


pintu masuk omah kayu

Omah Kayu

Sebenarnya saya udah pernah ke omah kayu ini, tapi dulu banget tahun 2014, dulu masih sedikit dan belum serame sekarang. Kemaren kesana lagi, udah rame, pohon-pohon rumah yang dibuat menginap pun sudah bertambah banyak dari pada dulu. Jadi gak pake antri lama buat masuk dan berfoto di rumah kayunya.

jalan setapak di omah kayu

nyari omah kayu yang sepi, bisa buat foto-foto
Tiket masuk ke omah kayu ini hanya Rp 5000 per orang, jalan setapak yang sedikit curam dan licin diharuskan hati-hati apalagi kalau bawa anak kecil. Kita bebas berfoto di rumah pohonnya, tapi maksimal hanya 8 orang dan harus bergantian, agar tidak roboh kali ya. Intinya wisata disini ya wisata foto-foto aja, jadi gak perlu waktu lama buat nongkrong disana.


Taman langit



Taman Langit 

Wisata ini masih baru banget, untuk tiket masuknya agak mahal sih Rp 10.000 per orang, masih wisata baru jadi ya masih belum lengkap. Saat masuk agak sedikit kecewa sih, ternyata hanya taman-taman lalu ada beberapa bangunan untuk foto-foto. Jadi saya cuma foto itu lalu turun keluar lagi hehehehe....


kampung warna Jodipan ( @nenzquarius)

Kampung Warna Warni 

Nah yang ini sempat jadi hits di instagram, kampung yang dulunya terkesan kumuh disulap jadi tempat wisata yang kekinian, dengan warna warni di setiap tembok rumah warga. Di Semarang pun juga dibikin sama seperti di Malang ini, namanya kampung pelangi Semarang. Masuk ke kampung warna ini dikenakan biaya Rp 2000 per orang oleh warga kampung sendiri. Saya penasaran dengan foto-foto di instagram, kok bagus-bagus, dan setelah kesana sendiri dan masuk ke rumah-rumah disana, ternyata ya biasa aja sih. Bagusnya kalau di foto dari atas, kalo masuk ke dalamnya ya biasa, gak ada yang istimewa menurut saya. Pas disana saya cuma foto-foto di temboknya yang warna warni, setelah itu jalan menyusuri rumah warga dari ujung ke ujung. Cuma butuh waktu setengah jam buat jalan kaki ke dalam kampungnya, setelah itu saya pun melanjutkan perjalanan pulang ke Surabaya. Mampir sebentar di Vosco coffee di daerah soekarno hatta untuk melepas lelah sambil ngopi biar gak ngantuk di perjalanan. Tepat pukul 4 sore, saya lanjutkan perjalan pulang, berhenti untuk sholat magrib di masjid Cheng Ho di daerah Pandaan.

Masjid Cheng Ho Pandaan

jalanan kampung di kampung warna

payung-payung salah satu ornamen di kampung warna

Sebenarnya masih banyak tempat wisata di kota Batu yang sedang hits, hanya saja saya sedikit malas kalau sudah terlalu rame, akhirnya gak liburan tapi antri berdesakan hanya buat foto-foto. Jika kalian ke Batu coba ke wisata Coban Rais atau Coban Talun yang sedang hits juga. Apapun pilihan liburan kalian, pastikan selalu hati-hati dan jaga kebersihan alam di tempat wisata ya.

Jalan-jalan ke kota Batu untuk #1minggu1cerita


8 komentar:

  1. padahal saya hampir tiap lebaran selalu ke daerah Jodipan untuk kerumah saudara disana, tapi belum pernah lihat kampung warna nya..mungkin karena kami selalu tia disana waktu sudah gelap, dan langsung pindah lokasi malam itu juga, jadi nggak sempat lihat kampung warna nya deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sayang banget ya, smoga bisa mampir jalan2 di malang

      Hapus
  2. Kalau ke Malang cuma sering di kota aja, gara-gara ke Malangnya karena masalah kerjaan, jadi nggak jalan kemana-mana. Huaaa sedih. Tapi bolehlah dibookmark dulu untuk destinasi visualnya. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. domisili mana mbak? smoga bisa nyempetin jalan2 ya kalo ke malang

      Hapus
  3. Kampung warna Jodipan tuh memang jadi daya tarik banget kalo buat aku.. Thanks infonya ya.. Masuk itinenary semua nih.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mbak, smoga bisa kesana hehehe...

      Hapus
  4. keren keren yakh. mau ajak istri ke sana ah

    ardentustory.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. sok bang phad, ajakin ke malang, trus naik ke bromo juga

      Hapus