Minggu, 09 Juli 2017

Karena setiap Usaha menemukan jalan Terbaiknya sendiri

source weheartit

Menulis adalah sebuah Keberanian, - Pramoedya Ananta Tour


Saya ingat, awal saya mulai berani menulis sejak membaca quote dari seorang penulis perempuan yang bernama "perempuansore" dengan quotenya "Menulislah dan Jangan Bunuh Diri!". Sejak itu saya rajin membaca tulisannya lewat blognya perempuansore.blogspot.com, saya suka membaca buku, saya suka menulis cerpen pada waktu Smp, tapi setelah Sma dan kuliah rasanya tidak ada waktu dan inspirasi untuk menuliskan cerita lagi. Waktu kuliah, saya dipertemukan dengan teman-teman yang suka baca, apalagi baca novel, puisi dan karya sastra lainnya. Maklum dulunya saya tidak suka baca buku, pernah baca novel yang kebanyakan teenlit ala anak abege jaman dulu gitu sih. Dan memang jurusan saya waktu kuliah, diwajibkan buat baca novel dan karya sastra, khususnya luar negeri. Gak kebayang kan dipikiran saya waktu itu, baca novel sastra Indonesia aja tidak pernah, apalagi harus novel bule, yang semuanya dalam bahasa inggris. Disitulah awal mula saya untuk berusaha belajar membaca karya sastra luar negeri. Sempet berpikir, kayaknya saya salah jurusan nih, tapi setelah setahun kedepan, saya mulai menikmatinya. Saya mulai rajin baca puisi, karya sastra luar dan browsing karya sastra Charles Dickens, Ernest Hemingway, Shakespeare, dan masih banyak lainnya. Dari situ, saya mulai menggemari puisi, cerita pendek atau novel, bagaimana tidak mereka semua adalah makanan sehari-hari saya pada waktu kuliah. Kalau ditanya, paham tidak sama isi puisinya Charles Dickens? atau yang lebih terkenal punyanya Shakespeare? kalau boleh jujur, sampai detik ini saya tidak paham, hehehehe.... Tapi, saya belajar, belajar memahami setiap karya tulisan, meskipun saya sendiri sulit memahami maksud si penulis tentang isi karyanya. Saya masih ingat, salah satu dosen saya pernah bilang begini, 

" Sastra itu tidak ada yang benar ataupun salah, karena itu tergantung pemahaman masing-masing orang yang membacanya, jadi setiap orang bisa beda-beda pendapatnya"

Nah, jadi setiap orang punya pendapat yang berbeda jika membaca karya sastra puisi ataupun yang lainnya. Tetapi kita tidak boleh asal berpendapat, harus ada teory kenapa kita berpendapat seperti itu, dan disertakan alasan kita. Belajar sastra seperti belajar memahami penulisnya, setiap penulis punya karakter masing-masing, dan gaya menulis pun berbeda-beda. Tahun pertama belajar sastra, sungguh berat, yang dipikiran yang jauh-jauh, takut kalau nanti skripsi bahas apa ya? masak semuanya pake bahasa inggris, itu ketakutan saya di awal semester kuliah. Namun seiring berjalannya waktu, ketakutan seperti itu hilang dengan sendirinya, tapi masih tetep takut setiap maju presentasi kuliah, dan jabarin pendapat saya tentang karya puisi si A, novel si B atau teori apa yang dipakai dalam cerita penulis A dan lain-lain. Waktu itu usaha saya cuma satu, Nekat! iya saya cuma bondo nekat, layaknya bonek Surabaya dalam membela klub sepakbola kotanya. Iya saya nekat belajar les bahasa inggris privat, les conversation tiap hari, latihan ngomong bahasa inggris sama teman dan baca buku. 


source weheartit


Kemampuan bahasa inggris saya waktu Sma aja cuma mentok di angka 7, sempet stres abis di awal kuliah, tapi alhamdulilah semua itu dimudahkan jika memang kita niat dan berusaha. Sampai akhirnya pengerjaan skripsi dan sidang diperlancar sama gusti Allah. Dan sekarang, saya diberi jalan untuk mengajar bahasa inggris di Smk, saya belajar lagi dan terus belajar. Membaca buku dan menulis adalah teman terbaikku saat ini. Beberapa novel sastra Indonesia, saya baca meski tidak semua saya beli, apalagi novel sastra inggris yang kebanyakan harus beli online atau beli di periplus yang harganya pun gak murah, sedih banget kan. Tapi dari sanalah saya belajar, saya cuma ingin bercerita untuk masa-masa yang akan datang, karena dengan tulisan kita bercerita, kita belajar banyak. Menulislah buat dirimu sendiri, bukan untuk orang lain! Maka sampai sekarang hingga nanti, saya akan terus bercerita dengan menulis, semoga usaha ini berbuah baik nantinya, bisa punya karya tulisan dalam bentuk buku, semoga semesta mengAmini. 

ini tulisan saya tentang "Usaha Terbaik" dalam bercerita dengan menulis, semoga ada manfaatnya buat yang baca. Tulisan minggu ini untuk #1minggu1cerita



4 komentar:

  1. Di mana ada kemauan (dan usaha), di situ ada jalan benar adanya ya kak.

    Btw, suka sama karya2 Pramoedya ya mbak? Tos dulu dong kita :)

    Tatat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener teh. hehehe iya banget, baca buku pertama yg bumi manusia itu, tp gak sampe abis hihihi...

      makasi teh tatat udah mampir baca

      Hapus
  2. artikelnya sangat menarik kawan.. http://aromaessen.com

    BalasHapus
  3. artikelnya sangat menarik kawan.. http://idblackwalet.com

    BalasHapus