Sabtu, 24 Juni 2017

Ramadhan, pertemukanku kembali denganmu


Hidup ini tentang yang baru datang, dan berangkat pulang. Seperti Ramadhan yang akan hilang, dan semoga bertemu di tahun yang akan datang

Pada akhirnya kita sampai di penghujung bulan Ramadhan. Sedih, iya. Semoga kita masih diberi umur agar bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan. Sedikit cerita saya tentang Ramadhan tahun ini, semoga bermanfaat untuk teman-teman yang baca.

Waktu itu, saya buka akun sosial media saya, dan saya mendapati salah satu akun yang menulis begini.

Terima kasih telah datang dan membawa perubahan baik.
Aku tau semuanya nampak berbeda dari apa yang telah kumiliki saat ini,
tanpa harus mengorbankan apa yang telah aku perjuangkan sebelumnya.
Meski engkau memilih hanya beberapa orang saja dari kami,
aku sangat berharap, engkau memilh ku meski itu di pilihan terakhirmu,

Aku memang tidak berubah menjadi orang yang sebaik fulan/fulana, hanya saja aku sedkit lebih berhasildari diriku sendiri dari diriku yang kemarin,
Saat ini engkau mengajarkan sebuah kesabaran, keikhlasan, dan tentang sebuah pengorbanan,
ya sebuah pengorbanan.
Pengorbananku agar dapat menjadi seseorang yang engkau pilih,

Engkau salah satu yang mengajarkan kepada manusia, bahwa sesuatu akan ada yang datang dan pergi, datang dengan kebahagiaan dan pergi dengan keikhlasan.
Meski itu adalah hal yang tersulit, engkau berhasil meyakinkan kepada manusia bahwa di saat masih bersama, kita harus pergunakan waktu sebaik mungkin.

Terimakasih Ramadhan semoga Allah izinkan kita bertemu kembali.


Nah tulisan diatas, bikin saya memikirkan setiap arti dari kalimat tersebut. Bahwa saya pun masih jauh dari sempurna, setiap Ramadhan buat saya selalu berbeda-beda tiap tahunnya. Setiap tahun saya merasakan rasa yang beda, begitu juga ujian yang telah saya lewati, hingga detik ini saya selalu menangis setiap kali mengingatnya. Namun di Ramadhan tahun ini, saya merasa dalam keadaan yang sangat baik, karena saya diberi kemudahan yang luar biasa oleh Allah SWT. Baru kali ini saya merasakan arti ibadah yang sebenarnya, bulan baik maka kita juga berdoa yang baik-baik. Dan yang pasti saya sudah buktikan hal kecil yang saya minta pada setiap doa saya kepadaNya, dan langsung dijawab olehNya, Subhanallah sungguh damai rasanya, karena semua ijin ada padaNya, kita hanya menjalankan apa yang sudah diberikan. Jika masih belum terwujud, mungkin saya harus lebih pedekate lagi denganNya, karena kita hanya bisa berharap pada Allah bukan manusia.

Maka di penghjung Ramadhan ini, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya pada teman-teman atau orang-orang yang kenal dengan saya untuk setiap ucapan yang tak luput dari dosa. Bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya untuk orang yang meminta maaf, karena itu salah satu jalan untuk kita ikhlas dan membuat hidup kita semakin ringan, tidak berat lagi. Jadi maafkanlah orang-orang yang pernah membuat sakit hati kita, begitupun sebaliknya. Hidup ini sudah rumit, gak perlu dibuat rumit lagi gara-gara kita tidak ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Karena Allah tahu mana yang benar-benar ikhlas atau tidak. Semoga kita masuk dalam orang-orang yang yang diberkahi Allah SWT, Amin.



Selamat Hari Raya Idul Fitri teman-teman semua, karena kita manusia banyak salah, maka mohon dimaafkan jika tulisan saya selama ini ada yang tak berkenan. Semoga kita bisa bertemu kembali di Ramadhan tahun depan, Amin.

cerita minggu ini untuk #1minggu1cerita


2 komentar:

  1. Selamat lebaran, maaf lahir batin 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat lebaran juga, maaf lahir batin ya 😊

      Hapus