Senin, 08 Mei 2017

Yang Patah Tumbuh yang Hilang Berganti - Banda Neira

source google

Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna,
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh, kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti...

Pernah denger lagu dari Banda Neira? Mungkin sebagian orang masih belum tahu tentang duo folk indie ini. Saya pun pertama kali dengar lagu-lagu mereka setelah udah kerja, kalo tidak salah di tahun 2013 an. Pada waktu itu teman saya yag penyuka lagu-lagu indie, mengirimkan file lagu ke saya, waktu itu yang saya dengarkan pertama, lagu mereka yang berjudul  Berjalan Lebih Jauh, Kau Keluhkan, Rindu, Di Atas Kapal Kertas dll.

Seperti namanya Banda Neira, sebuah tempat yang indah dan meneduhkan dengan panorama gunung dan pantai Ora yang menawan. sebuah destinasi yang tak kalah cantiknya di pulau Maluku. Seperti namanya, duo Ananda Badudu dan Rara Sekar ini mencipta sebuah proyek iseng-iseng belaka yang akhirnya menjadi sebuah karya lagu yang magis. Kenapa magis, karena pertama kali saya dengar lagu mereka, saya seperti diajak liburan imajinasi ke suatu tempat yang nyaman dan tenang sekali. Lagu-lagu mereka di album Berjalan Lebih Jauh, secara keseluruhan enak didengar dan terkesan riang, buat yang dengerin pasti akan ikut terbawa oleh nyanyian mereka.





google



Album terakhir sebelum resmi Bubar

Di awal tahun 2016 lalu, Banda Neira baru saja menghasilkan sebuah karya, yang mereka beri judul Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti, album ini berisi 15 lagu folk bernuansa meditatif dan megah. Lagu yang pertama kali saya dengar tentu saja yang menjadi hits single mereka, Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti, lagu ini sangat cocok sebagai teman perjalanan, pada saat kalian akan mendaki gunung, travelling ke pantai sambil duduk di pinggir pantainya menikmati alam dan birunya air laut, atau sekedar nongkrong santai sambil ngopi di cafe atau di teras rumah sore-sore. Berbeda dengan album sebelumnya, di album ini Banda Neira lebih menyuguhkan kesan sendu dan kontemplatif. Di album ini, dari segi materi lagu yang mereka suguhkan sangatlah matang, dan pastinya masih ada unsur magis di setiap lagu mereka. Entah mengapa, setiap dengar lagu mereka, saya seperti melakukan perjalanan yang menenangkan dan membuat nyaman hati dan pikiran saya.

Bukan bermaksud lebay, ini yang saya rasakan di lagu Yang Patah Tumbuh ini, makna lagu ini kuat, yang saya tangkap di lagu ini adalah bahwa setiap hal-hal buruk yang menimpa kita akan tergantikan oleh hal-hal baru yang lebih baik lagi, membuat saya percaya akan adanya Takdir yang sudah disiapkan kepada kita jika kita percaya, hal-hal yang kita rasa baik, belum tentu bisa seterusnya. Kadang kita dibuat Patah dulu sebelum akhirnya bisa Berdiri lagi, semua itu sudah diatur oleh Sang Pencipta. Setiap lirik yang mereka sampaikan bisa langsung 'kenak di hati' pendengarnya. Ditambah lagi beberapa instrumen pendukung di lagu yang baru ini, menambah daya magis lagunya dan tentu saja lirik-liriknya memberi pesan yang lebih kompleks dan dewasa.

Selain lagu Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti, ada beberapa lagu yang enak didengar. salah satu lagu jagoan saya selain Yang patah tumbuh, adalah Sampai Jadi Debu. Di lagu Sampai Jadi debu ini terkesan dalam dari lirik yang penuh makna sampai aransemen musiknya diiringi piano oleh Gardika Gigih sungguh sangat emosional sekali. Lagu Sampai Jadi Debu ini bercerita keinginan sepasang kekasih untuk dapat bersama hingga nanti Sampai Jadi Debu. Konon ceritanya Ananda Badudu membuat lagu ini terinspirasi dari Oma dan Opanya yang setia sampai akhir hayatnya. Lagu ini pun diperdengarkan kepada Oma dari Ananda yang waktu itu berada di ruang ICU. Tak lama kemudian sekitar dua atau tiga jam setelah mendengar lagu itu, Omanya menghembuskan napas terakhirnya. Dan tiga bulan setelah kepergian Omanya, Opa dari Ananda Badudu pun berpulang ke pangkuanNya. Lagu ini sukses mengaduk-ngaduk perasaan saya juga ketika mendengarnya, membuat saya berpikir bahwa nanti ketika kita tua, yang kita butuhkan itu orang-orang yang bisa diajak bercerita untuk menikmati masa- masa tua kita nanti. Sungguh dalam dan magis lagu-lagu di album ini, Jika kalian penikmat lagu Banda Neira dari Album yang pertama, pasti kalian akan kangen dengan lagu-lagu barunya ini, namun di akhir tahun 2016, mereka menyampaikan berita bubar nya mereka lewat akun instagram Banda Neira dan akun Tumblr nya. Sungguh disayangkan, ketika karya mereka sedang panas-panasnya, mereka memutuskan untuk bubar di Desember 2016.

 Bagi penikmat lagu-lagu mereka, siap siap bakalan rindu dengan karya-karya mereka, semoga masih ada nyanyian magis lagi nanti, karena saya yakin Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang akan berganti entah itu kapan, yang penting Jangan Sampai Jadi Debu, buru album mereka :)



cerita minggu ini untuk #1minggu1cerita








2 komentar:

  1. Abis baca ini jadi langsung pengen muter Banda Neira~

    BalasHapus
  2. kujuga sukaaa bangeeet sama liriiik2nyaaa

    BalasHapus