Jumat, 05 Mei 2017

Merindu pun butuh Tenaga!

source google

Sejenak hilang untuk menghargai hadir. Sejenak berjarak untuk menghargai Rindu. - Fiersa Besari


Entah kenapa tema minggu ini bikin tidak ada ide sama sekali, kalau dilihat gampang banget, siapa sih yang tidak  pernah Rindu, Kangen ? tapi kalau disuru nulis tema ini kenapa susah ya? apa cuma saya aja yang mungkin lagi Rindu jadi susah nulisnya hehehe.....

Hai kamu yang disana, semoga kamu bisa membaca tulisan ini, kalaupun tidak biarlah Allah yang menyampaikan rinduku ini dengan caraNya sendiri. 

Saya percaya, setiap pertemuan mempunyai cerita yang berharga entah itu menyenangkan atau sebaliknya. Meskipun pertemuan itu sementara, menyedihkan, kecewa, dan bahagia, semuanya itu pasti ada alasannya. Percayalah juga bahwa Dia mempunyai skenario terbaiknya bagi kita. Jika kamu percaya dengan yang namanya takdir, maka segala sesuatunya telah diatur oleh-Nya. jadi tidak perlu khawatir dengan apa yang akan terjadi. yang namanya hidup harus tetap dijalani tidak peduli seberat apapun beban itu. 

Sama halnya dengan Rindu, kita tak bisa mengukur kadar rindu kita sendiri. Bisa jadi rindu yang teramat berat dengan seseorang atau sesuatu yang bisa menyebabkan pikiran kita dipenuhi oleh sesuatu atau seseorang itu. Nah, kadang di titik ini, kita sangat rentan emosi yang tidak tahu penyebabnya apa? Bisa juga kita jadi orang yang tidak fokus, karena si Rindu yang tidak bisa kita kontrol kadarnya. 

Ketika saya menulis ini, saya sedang dilanda rindu 6,5 skala richter, yang tadinya bisa sampai ke titik 8,9 skala richter (terkesan lebay ya hehehe....) yang tentu saja, dengan kekuatan 8,9 itu bisa menyebabkan tsunami, tapi untungnya tidak. Saya hanya manusia biasa yang tak bisa mengkontrol emosi dan perasaan saya waktu itu. Tetapi lagi-lagi saya di ingatkan kembali pada ketentuanNya. Jika saya sedang rindu dengan kadar yang hampir menyebabkan Tsunami atau Gempa bumi yang luar biasa, saya cukup mengambil air wudhu dan berdoa kepadaNya. Karena seberapa pun kita rindu kepada seseorang atau sesuatu, ingatlah dulu kepadaNya, yang harus selalu kita dirindukan. 

Merindu pun butuh Tenaga!

 Bagaimana tidak butuh tenaga? setiap kali mengingatnya, saya harus berpikir ulang untuk dapat bertemu dengannya, karena jarak ratusan kilometer yang membuat kita selalu menjadi penyabar ulung. Bekerja siang sampai malam pun, kita lakukan bersama hanya untuk membeli tiket pesawat atau kereta yang terkadang seenaknya menaikkan harga 2 kali lipat dari biasanya. Semoga tenaga dan keinginan kita bisa terbayar jika kita bertemu.

Berdamai dengan rindu, membuat saya belajar dengan kesabaran. Saya tidak bisa mengungkapkannya langsung, tetapi diam-diam saya titipkan rindu ini padaNya, biarlah Tuhan yang menyampaikan rindu ini dengan caraNya sendiri, saya cukup berdoa yang baik-baik dan biarkan semesta yang mengAmini. Yakinlah atas segala ketentuaNya, karena seberapapun kita berusaha, Dia yang mengambil keputusannya. Jika kamu merindunya, siapkan tenaga cadangan, karena bagaimanapun rindu itu butuh tenaga! Jika kamu tidak bisa menahan rindu, cukup titipkan rindumu padaNya, dan biarkan Tuhan dan semesta yang bekerja dengan caranya sendiri.


Selain saya rindu kamu yang disana, saya juga sedang merindukan gajian yang masih beberapa minggu lagi... karena sekali lagi merindu juga butuh uang, hehehhe.....





2 komentar:

  1. Amin ya Rabbal Alamin, sy pun ikut mengaminkan rindu yang disampaikan lewat doa ^_^
    sama,,,sy pun di tanggal ini merindukan gaji yg masih beberapa minggu lagi, wkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mbk sudah mampir dan membaca, smoga segera gajian ya hehehe

      Hapus