Jumat, 15 Mei 2015

Nekad ke Prau, Dieng Plateau Wonosobo Jawa Tengah

Just go, Go see all the beauty in the world





Maaf baru sempat menulis lagi, di tahun 2015 ini saya akan kembali bercerita tentang travelling saya di tahun ini, pembuka tahun baru kemaren saya traveling ke Hidden Beach di Bali, maaf belom sempet apload ceritanya di blog ini.. ditunggu aja ya.

Nah kali ini saya mau berbagi cerita ketika kemaren saya Nekad ke Prau bersama teman2. Udah pernah denger kan nama dataran tinggi Dieng di Wonosobo Jawa Tengah? ini udah jadi destinasi impian saya sejak tahun lalu, dan baru terwujud kemaren tanggal 30 April - 3Mei 2015.

Bener-bener buta jalan menuju ke Wonosobo apalagi Dieng, kita semua baru pertama kalinya trip ke Dieng. Hanya berbekal GPS dan jika jalur GPS mulai sedikit out of area baru deh kita tanya sama orang sekitar.
Dimulai perjalanan dari Surabaya pukul 23.00 malam, dikarenakan kita menunggu salah satu teman dari gresik yang masih kerja dan baru pulang jam 11 malam, dan kita janjian di kota Jombang untuk menjemputnya. Waktu itu Surabaya sampai Jombang lagi hujan deres banget, untung saja kita naik mobil jadi gak kehujanan. Setelah sampai di Jombang kami menjemput salah satu teman yang membawa peralatan tenda untuk kemping di gunung Prau. Pas jam 23.30 malam kami berangkat dari Jombang menuju kota Sragen dan kami memilih jalur selatan untuk ke Wonosobo. Sebenernya ada dua jalur yang kami pilih sebelumnya, kalo gak lewat selatan ya lewat pantura, lewat kota Lamongan, Kudus menuju Semarang. Namun kami berdiskusi kalo jalur yang kita lalui sama-sama jauhnya, jadi kami memutuskan lewat selatan menuju kota Sragen, dari Sragen kita ambil jalur alternatif menuju Salatiga, dan saya sendiri juga gak paham karena jalannya blusukan masuk desa keluar desa. Tapi sejauh perjalanan kami dari Surabaya menuju Salatiga, kami disuguhi pemandangan yang super epic. Pemandangan sawah hijau lalu berganti dengan pemandangan Gunung yang entah apa namanya, karena gak tau.


ini salah satu pemandangan selama di perjalanan, naik turun gunung dan kiri kanan sawah


Kita melewati kota Temanggung, lalu masuk di kota Salatiga keesokan harinya. Hingga masuk jam makan siang pun kami berhenti di kota Temanggung untuk mengisi perut yang mulai lapar dari semalam. Total perjalanan kami dari Surabaya menuju Dieng sekitar 15 jam perjalanan. Sungguh perjalanan yang cukup lama dan panjang, tapi kami semua sangat menikmati setiap pemandangan yang disuguhkan di setiap kotanya. Bahkan kita melewati jalur pendakian gunung Merbabu, sungguh luar biasa perjalanan kali ini.



dari jauh bisa terlihat pesona gunung merbabu sungguh keren bukan?



gimana gak seneng, kalo pemandangannya kayak gini, dijamin gak bakal bosen deh


Setelah berjam jam berada dijalan, dan mblusuk2 ke jalan kecil naik turun bukit dan gunung, lewat persawahan lalu kita memasuki daerah gunung yang sempit, sempet mikir juga apa gak nyasar ya kita?
karena gak lewat jalan besar akir kata kita memutuskan untuk tanya ke penduduk sekitar, karena GPS pada gak bisa nyala gara-gara sinyal hehehe.

nah ini nih, kita mulai masuk melewati jalan naik turun gunung melewati perkebunan teh Tambi namanya, katanya sih jalur alternatif ke dieng kata GPS hehehe....


Ketika tanya penduduk sekitar dan jalan yang kita lewati benar, akirnya kita meneruskan perjalanan yang katanya juga masih jauh harus melewati perkebunan teh 2x, but amazing lah view nya. Gak lupa juga kita berhenti sebentar hanya utk beristirahat sambil foto-foto heheheh kapan lagi kita berhenti di desa antah berantah yang keren kayak gini.

Hampir 2 jam kita berkelok kelok melewati jalur alternatif, akhirnya kita menemukan track tujuan kita, dan kita melewati plang yang bertuliskan "Selamat Datang di Dieng Plateu" yeayyy kita sampai. Sambil mencari tempat pemberhentian untuk bersiap-siap naik ke gunung Prau, kita memarkir mobil di masjid terdekat di jalur pendakian Patak Banteng. Sebelum naik kita ngopi2 dulu di warung dekat masjid, sambil mengisi perut yang mulai lapar biar pas mendakinya kuat sampe puncak.

Kita semua ini belom ada yang pernah mendaki Prau sebelumnya, jadi kita bener-bener gak tau medan pendakiannya. Saya kira kita mau ngecamp ke bukit Sikunirnya, karena yang saya tau dari internet lokasi itu sangat terkenal dengan view sunrisenya yang keren. Tetapi teman-teman tetep keukeh mau mendaki Prau, alhasil saya penasaran dan browsing pun dimulai. Setelah membaca artikel di internet banyak yang bilang gunung Prau juga gak kalah keren view sunrisenya, jika kita beruntung bisa melihat beberapa gunung di Jawa Tengah dengan indah bertabur sinar matahari yang menyelimuti. Dan ketika saya baca jalur pendakian tidak cukup curam untuk saya yang pemula naik gunung. Sempet mulai degdegan juga pas mau naik, rasanya kayak gini banget ya kalo mau naik gunung dengan persiapan yang ala kadarnya, karena liat pendaki lainnya yang sangat prepare banget barang bawaannya.


Pukul 5 sore akhirnya kita bersiap menuju pos perijinan gunu Prau via Patak Banteng, disana sudah banyak pendaki lainnya yang juga mau naik. Gila keren2 semuanya orang orang ini, dengan carier gede-gede dipunggung lengkap dengan jaket anti airnya dan peralatan yang cukup banyak sehingga saya yang melihatnya pun sedikit ciut nyalinya, tapi tekad sudah saya bulatkan, udah jauh-jauh kesini tapi gak naik Prau kan sayang banget, akhirnya semangat saya mulai terbakar banyak juga temennya buat naik jadi dinikmati aja lah.

persiapan menuju pos perijinan gunung Prau


berhenti sebentar menuju Pos 1 Sikut Dewo


Jangan dikira jalur pendakian Patak Banteng datar dan berbatu seperti itu, setelah memasuki pos 1 kita bertemu dengan jalur naik tanah liat namun sudah ada pijakan seperti tangganya, hanya saja kita perlu hati-hati jika musim hujan tanahnya sedikit licin, seperti pada waktu saya kesana kemaren masih diguyur hujan, tapi untungnya selama pendakian tak diguyur hujan hanya sedikit gerimis saja, alhamdulilah semesta membantu kami dan dimudahkan untuk mendaki hehehe...


nah ini medan pendakiannya cukup terjal dan sedikit licin abis hujan



jalan seperti ini sampe menuju di pos 2

Jalur pendakian yang naik terus hanya sedikit jalan datar, dan kita pun lebih banyak beristirahat untuk sekedar meluruskan kaki dan minum, apalagi saya yang sedikit beban dengan berat tubuh hehehehe, untungnya sebelum berangkat saya mencoba berolah raga sedikit agar tak kaget ketika naik naik.


Butuh waktu 5 jam kita mendaki sampai puncak sunrise camp gunung Prau, karena medan setelah pos2 menuju pos 3 dan 4 sangat lah terjal dan curam, kalo tak hati2 kita sudah jatuh dan tergelincir bolak balik. Dengan penerangan hanya menggunakan senter seadanya kita terbata-bata untuk naik, tapi dengan banyaknya orang dan selalu menyemangati satu dan lainnya saya merasa punya banyak teman sewaktu naik ke sana. Pengalaman pertama kali buat saya untuk mendaki gunung yang benar-benar butuh fisik yang kuat untuk mencoba dan membuktikan bahwa sebenarnya kita harus berjuang dulu agar bisa sampai ke puncaknya. Meski bolak balik berhenti karena kaki sedikit kram dan ngos-ngosan dan saya pun banyak merepotkan teman-teman untuk membantuku naik dengan cepat hehehe, maafkan saya ya teman-teman sudah merepotkan kalian. Suatu pelajaran juga buat saya, ketika kita naik ke gunung janganlah sombong dan menganggap remeh pas kita mendaki, kalo emang capek ya berhenti sebentar jangan dipaksakan karena kita pengen cepet-cepet sampai ke puncak. Kalo dipaksakan fisik kita pun akan kaget dan berontak malah bahaya buat kita sendiri. Gak ada yang tercepat dan yang pertama sampai di puncak, karena Gunung bukan ajang untuk balapan siapa yang dahulu sampai diatas. Kita diajarkan untuk belajar menikmati setiap jengkal yang kita lewati, untuk sekedar duduk dan melihat langit dan lampu-lampu kota dibawahnya sungguh pemandangan yang gak akan pernah km lihat jika kamu ngoyoh naik terus tanpa melihat pemandangan sekitar.


pemandangan pas waktu sampe di pos 2


keesokan harinya di camp sunrise gunung prau yang lebih kayak pasar tumpah ya

ini pas pagi pagi kita memasak sarapan sebelum turun


Tepat pukul 10 malam kita sampai juga ke camp sunrise di gunung prau, sudah buanyak tenda-tenda yang berdiri disana, karena gelap jadi kita tidak seberapa melihat sebanyak apa yang sudah camp disana, kita langsung mencari lokasi untuk mendirikan tenda karena tempat datar pun sudah terpenuhi tenda pendaki lain. Kita bekejaran dengan waktu dan hujan, pas mendirikan tenda sudah gerimis, untungnya gak sampai 1 jam tenda kita berdiri dan kami pun mulai menata di dalam dengan matras hanya 3, lalu hujan pun datang dengan derasnya beserta angin kencang, yang mengakibatkan tenda kita sedikit kenak air hujan. Memasak buat makan malam dan kopi untuk sekedar menghangatkan tubuh kita. Untung saja pas hujan turun kita sudah sampai di puncak, gak bisa bayangin pas ndaki dengan medan yang extrim trus hujan lebat duh semakin pengen turun aja nih hehehee. Hampir menyerah di titik pos 3 menuju pos 4, medannya terjal banget dan licin belom lagi gelap bikin pengen nangis pengen masang tenda aja disitu hahahhaa. Inget-inget momen kayak gitu jadi ketagihan naik gunung lagi, mungkin emang bener ya kata pendaki gunung, pas naik kita rasanya udah gak sanggup uda trauma gak mau ndaki lagi, tapi stelah melewatinya jadi bikin kangen :)


kapan lagi kamu ngopi di gunung

selalu cinta Indonesia dengan Alamnya

persiapan sebelum turun


Meski gak dapet sunrise yang keren, gak nyesel kok udah sampai puncak gunung prau, next time jika ada waktu dan pas momentnya mungkin saya akan kembali lagi ke Dieng, sudah jatuh cinta banget sama wisata di daerah ini, pengen explore wisata lainnya juga masih banyak yang belom sempet didatengin kemaren, masih ada Sikunir yang memikat hati, jadi tunggu saya datang kembali ya, pesen buat kamu yang lagi naik gunung jangan lupa sampah bekas masak dibawa turun lagi ya guys jangan ditinggalin di atas gunung.

sekian cerita saya mendaki gunung Prau, lain kali saya akan share lagi cerita traveling saya di blog ini.

Salam Ransel...
kalo mau liat foto2 keren lainnya bisa main di Instagram saya @nenzquarius :)



padang sabana dengan bunga daisy dimana mana

puncak gunung Prau 2565mdpl

bukit Teletubbies di puncak Prau

ini pemandangan pas kita turun karena kita turunnya lewat jalur dieng

melewati sawah sawah penduduk sekitar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar