Sabtu, 23 Mei 2015

Dieng dan cerita anak Gimbalnya

salah satu anak gimbal yang saya temui di Dieng



Jika kalian mengunjungi dataran tinggi Dieng, sempatkanlah bertanya tentang cerita anak gimbal asli dari Dieng. Waktu saya mengunjungi awal bulan Mei kemaren, tidak sengaja saya bertemu dengan salah satu turunan anak gimbal dari desa Semburan Dieng. Jangan dikira rambut gimbalnya itu karena mengikuti trend rambut anak rasta atau sengaja di Gimbal, karena rambut gimbalnya secara alami tumbuh. Tidak semua anak-anak di Dieng berambut Gimbal, hanya anak-anak pilihan saja yang mempunyai rambut Gimbal.

Mereka yang berambut Gimbal ini, pada awalnya mengalami sakit demam ketika mereka berusia sekitar 2-3 tahun. Ketika itu juga rambut anak itu secara normal Gimbal dengan sendirinya.
Berdasarkan cerita masyarakat Dieng tentang bocah-bocah Gimbal di sana, diyakini sebagai anak bajang titipan dari ratu kidul ( Ratu pantai selatan).

Saya pun sempat bertemu dengan masyarakat sekitar, seorang bapak paru baya di sekitar Dieng Theatre pada saat itu. Bapak yang bercerita kepada saya menjelaskan tentang prosesi ruwatan (pemotongan rambut gimbal) pada anak gimbal di desanya itu. Bagaimana rambut anak-anak gimbal ini bisa tumbuh dengan normal kembali layaknya anak-anak lainnya yang punya rambut lurus maupun keriting? Nah bapak yang saya lupa namanya ini menceritakan kepada saya. Jadi jika anak-anak gimbal ini ingin rambutnya kembali normal, maka anak tersebut harus di ruwat atau di potong rambutnya. dan syaratnya harus dari permintaan anak gimbal sendiri untuk mau memotong rambut gimbalnya, jika ada paksaan dari orang tuanya, rambut itu tetap kembali tumbuh gimbal.Dan syarat lainnya juga orang tuanya harus mengabulkan permintaan anak-anak rambut gimbal ketika di potong rambutnya. Permintaannya pun macam-macam, ada yang minta es krim, ada pula yang minta ayam goreng, jika permintaannya sedikit susah atau mahal orang tua belom bisa menyanggupinya maka prosesi pemotongan tersebut belum bisa dilakukan.

Masyarakat Dieng masih memegang kuat tradisi dan meyakini jika anak gimbal ini adalah titipan dari ratu kidul maka mereka harus menjaga tradisi itu. Ruwatan atau pemotongan rambut anak gimbal ini biasanya diadakan setahun sekali jika memang ada anak gimbal yang mau memotong rambut gimbalnya tersebut. Biasanya diadakan di bulan Agustus bersamaan dengan Dieng Culture Festival.

Sungguh unik bukan tradisi di setiap daerah di Indonesia, jadi jika kalian bertravelling ke daerah-daerah yang mempunyai tradisi seperti di Dieng ini, jangan ragu-ragu untuk tanya masyarakat sekitar. Jalan-jalan sambil tau tradisi daerah lokal akan menambah pengetahuanmu guys.

So travelling lah dan temukan keunikan yang kalian temui saat kalian bertravelling :)



Salam Ransel

1 komentar: