Selasa, 01 Juli 2014

Musium Ullen Sentalu : Mengintip cerita para Putri Keraton dan budaya Jawa di dalam "Ullen Sentalu"



"pernah denger nama musium Ullen Sentalu gak guys?"

sepertinya masih asing ya bagi sebagian orang, apalagi yang tinggal di luar daerah jogja, begitu juga dengan saya sebelumnya. beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan liburan gratisan dari sekolah tempat ku bekerja, dan destinasinya alhamdulilah yang belum aku kunjungi sebelumnya, jadi bisa buat referensi nulis di blog lagi yeahhh. ( karena uda bolak balik ke jogja, belom naek ke kaliurang hehhee..)


 nama Ullen Sentalu sendiri adalah singkatan dari “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) ( bukan bencong lo guys hehhee). Blencong yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. (dalem banget kan falsafahnya?)

Setelah tau arti kata dari Ullen Sentalu, yuk mari masuk ke dalam musiumnya, dari pertama datang, aku udah di bikin penasaran sama model bangunannya guys. Tampak depan sekilas liatnya kayak rumah nenek sihir gitu, hehehe. dengan gaya bebatuan besar di temboknya dan sedikit aksen gaya rumah di eropa gitu, keren sih cuma akunya yang radak spooky gitu pas masuk ke dalemnya.

Kalo mau masuk ke musium kita harus beli tiket masuk seharga Rp. 30.000 aja, ya sdikit lumayan lah but wort it banget kok. Abis gitu kita nunggu sebentar, karena dibatasi setiap rombongan skitar 10-15 orang aja yang masuk, jadi harus gantian supaya gak berdesakan ketika di dalam ruangan. Rasa penasaran saya langsung muncul, emang ada apanya sih di dalem? kok sampe harus gantian ya?. dan sayangnya lagi, kita gak diperbolehkan mengambil gambar atau foto-foto ketika di dalam area musium, jadi gak banyak nih bukti ruangan yang saya ambil waktu itu. So aku ceritakan aja ya berdasarkan pengamatan mata saya waktu itu..

Museum Ullen Sentalu memiliki beberapa ruangan, seperti Ruang Selamat Datang, Ruang Seni Tari dan Gamelan, Goa Sela Giri, lima ruang di Kampung Kambang, Koridor Retja Landa, serta Ruang Budaya. Untuk menelusuri ruang-ruang tersebut, gak perlu kuatir tersesat guys nanti akan dibantu oleh seorang pemandu yang juga akan menjelaskan berbagai detil mengenai Museum Ullen Sentalu.

lanjut ke ruangan berikutnya..... (jangan bosen baca tulisan saya ya guys hehehe)

Pas pertama masuk, kita diajak ke ruang seperti lorong gitu, disana banyak foto-foto dan lukisan raja dan permaisuri keraton, nah disini ini, aku ngerasa spooky banget, karena desain lorong sempit dan banyak banget lukisannya hihihi..(bisa dibayangin deh kalo lampu mati ato pas sepi kita berjalan sendirian di lorong ini, hihihi... ups abaikan ya guys)

        Di Ruang Tamu lebih banyak jelasin pendirian museum Ullen Sentalu serta arca Dewi Sri sebagai simbol kesuburan. Lalu di Ruang Seni Tari dan Gamelan, tentu saja berisi gamelan yang merupakan pemberian Keraton Yogyakarta dan lukisan tari. Sementara Ruang Guwa Sela Giri yang memamerkan karya-karya lukis dokumentasi dari tokoh-tokoh yang mewakili figur empat keraton Dinasti Mataram, Ruang Kampung Kambang yang berdiri di atas kolam air dengan bangunan berupa ruang-ruang di atasnya (Ruang Syair untuk Tineke, Royal Room Ratoe Mas, Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik Pesisiran, dan Ruang Putri Dambaan). yang suka puisi, ketika pas masuk ke ruangan syair putri Tineke bener bener disuguhi puisi-puisi keren dan surat menyurat antara Tineke dengan para sepupunya. 

( pusinya bagus banget kata-katanya meski kebanyakan pake bahasa Belanda namun di bawahnya ada terjemahannya kok, rata-rata puisinya galo abis guys hehehe, jadi jaman dulu uda banyak yang galo ya? termasuk putri keraton :))

         Sedangkan Sasana Sekar Bawana tempat dipamerkannya beberapa lukisan raja Mataram, lukisan serta patung dengan tata rias pengantin gaya Surakarta serta Yogyakarta. Selain itu, terdapat fasilitas pendukung berupa taman dengan pepohonan yang begitu rimbun.

Ada lagi yang begitu menarik perhatian saya, ketika pemandu menceritakan salah satu putri yang cantik banget di masanya, bahkan sampe orang nomer satu di Indonesia pada waktu itu, bapak Presiden Ir Soekarno ikutan jatuh cinta kepadanya. 
( udah kayak artis aja ya si putri ini)

Namanya Gusti Nurul Kamaril adalah Puteri Kraton Mangkunegaran yang banyak membuat pangeran-pangeran jatuh cinta kepadanya, pada masa itu. Ia memberi inspirasi para pangeran Mataram dan putri-putri lain pada masa itu untuk tidak berpoligami. ( Nah loh jaman dulu putri aja gak mau di Poligami, harusnya di contoh nih si Putri hehhee.)

Setelah puas berjalan-jalan menelusuri lorong-lorong dan ruangan di dalam musium, akhirnya kita diajak untuk beristirahat sebentar sambil menikmati segelas minuman khas keraton, yang diracik oleh permaisuri raja kala itu, katanya sih untuk memulihkan energi dan yang penting juga resep untuk awet muda. ( pantes aja semua putri di keraton cantiknya alami hehhee, jadi pengen kayak putri keraton *loh)

Selain bisa menikmati sejarah seni dan budaya Jawa, di Museum Ullen Sentalu kita  juga bisa menikmati sajian makanan dari Beukenhof Restaurant yang terdapat di area museum. Restoran bergaya Belanda ini menyajikan aneka makanan dan minuman yang bisa memanjakan lidah sembari menikmati kesejukan pegunungan khas Kaliurang yang adem gimana gitu hehhee.

So, jangan kuatir membosankan, karena tempatnya keren guys, dan kita bisa tau gimana sih budaya keraton jawa dulu, dan yang pastinya tempat-tempat kayak gini yang gak mainstream dikunjungi backpacker lainnya hehhee, maaf bukan maksud mengejek, cobak deh maen-maen ke musium gak ada salahnya kan nambah wawasan budaya kita sendiri?

nih beberapa foto yang aku ambil disana...





( ini bagian belakang, area ini boleh buat foto-foto)




( keren kan desain bangunannya...)



( nah ini lo ruang pamer lukisan, sumber google ya, bukan aku yang foto)





( ini ruangan pamer batik, yang katanya dibuat oleh keraton dengan makna di setiap motifnya)


( nah ini yang aku maksud lorong yang buat aku spooky waktu masuk pertama hehhee, serem gak guys?)


( yang pada penasaran sama gusti Nurul, nih dia fotonya, cantik kan? dan beliau masih sehat hingga sekarang, tapi uda gak tinggal di lingkungan keraton, beliau tinggal di Bandung, sejak menikah dengan suaminya yang juga angkatan TNI kalo gak salah hehehe)


selamat berkunjung guys dan Salam Ransel!


Museum Ullen Sentalu buka setiap hari Selasa sampai Minggu pukul 09.00-16.00 WIB dengan harga tiket sebesar Rp 30.000 per orang. Mungkin terasa mahal, tapi kamu gak akan rugi membayar tiket sebesar itu untuk masuk ke Museum Ullen Sentalu karena cukup banyak orang yang menobatkan museum ini sebagai salah satu museum terbaik di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar