Rabu, 21 Mei 2014

cukup Bawang Merah Satu Siung









Kadang kita menangis tanpa tahu mengapa. Airmata kita mengalir begitu saja, tanpa terbendung. Ketika mengupas bawang, misalnya.

Juga kadang kita membuat orang lain menangis, tanpa tahu alasan mengapa orang itu menangis. Seingat kita, kita tak melakukan apa pun yang dapat membuatnya bersedih. Mungkin begitu perasaan bawang ketika melihat kita menangis saat mengupasnya.

Bahasa airmata memang tak mudah untuk dipahami, baik bagi yang mengatakan, maupun yang mendengarkan. Karena kadang ada airmata yang tercurah ketika kita bahagia, kadang karena kita berduka, atau kadang keluar begitu saja tanpa alasan.

Mungkin menangis itu seperti cinta. Tak selalu perlu alasan. Cukup satu siung, atau cukup satu pertemuan saja.

repost connie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar